publiknasional.com

Berita Populer

powered by camp26

Video

.

Nasib Ribuan Karyawan Pabrik Kertas Leces Tunggu Menteri BUMN

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 


PROBOLINGGO, publiknasional.com

 

Harapan sekitar 1.500 karyawan PT Kertas Leces (KL) untuk segera mendapatkan hak-hak normatif, terutama tunggakan gaji 8 bulan, agaknya terus menggantung. Bahkan, DPRD Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang sempat dicurhati karyawan PT KL masih menunggu jawaban dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan.

“Kami sudah mengirim surat kepada Menteri BUMN terkait nasib karyawan PT Kertas Leces yang sudah 8 bulan tidak digaji dan hak-hak normatif lainnya,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Ahmad Badawi, Rabu (9/10/2013).

Namun, surat berkop DPRD Kabupaten Probolinggo yang dikirimkan ke Kementerian BUMN di Jakarta sekitar dua minggu lalu itu, belum juga dibalas. “Melalui surat tersebut, kami bermaksud menemui Pak Dahlan Iskan. Tidak mungkin kami langsung datang ke Jakarta kalau surat belum dijawab,” ujar Memed, panggilan akrab Ahmad Badawi.

Menurut Memed, masalah nasib karyawan PT KL merupakan agenda mendesak yang harus secepatnya diselesaikan. “Masalah ini menyangkut kebutuhan perut ribuan karyawan dan anggota keluarganya,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Ditanya soal pernyataan Dahlan Iskan, yang menyerahkan nasib karyawan pabrik kertas di Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, itu kepada managemen PT KL, Memed mengaku, sudah mengetahuinya melalui media. “Menteri BUMN tetap kami desak agar mau cawe-cawe (terlibat, Red.) menyelesaikan masalah di PT KL,” ujarnya.

Apalagi, berkali-kali Dirut PT KL, Budi Kusmarwoto mengatakan agar karyawan lebih bersabar. “Kami minta karyawan lebih bersabar, soalnya PT KL terus merugi sejak 2005 lalu, hingga kini pun masih merugi,” ujar Budi setiap kali menanggapi pengaduan karyawan.

Bahkan, Budi mengaku, perusahaan masih memiliki utang sekitar Rp 200 miliar. Termasuk utang kepada karyawan sekitar Rp 32,8 miliar.

Terkait tunggakan gaji karyawan, Budi pun enggan memberikan janji. “Saya tidak suka mengumbar janji. Yang jelas, hingga kini perusahaan belum bisa memenuhi hak-hak karyawan termasuk gaji,” ujarnya.

Menyikapi kondisi perusahaan PT KL seperti itu, DPRD Kabupaten Probolinggo pun butuh ketegasan dari Menteri BUMN terkait nasib PT KL. “Kami berharap Menteri BUMN memberikan ketegasan, sebaiknya PT Kertas Leces itu diapakan, lebih baik ditutup atau dilanjut?” ujar Memed.

Terkait hak-hak normatif karyawan yang belum dipenuhi manajemen pabrik kertas BUMN tertua di Indonesia setelah PT Kertas Padalarang, Bandung itu, para karyawan berkali-kali ngeluruk kantor Direksi PT KL, juga berdemonstrasi ke kantor Disnakertrans dan DPRD Kabupaten Probolinggo.

Seperti yang terjadi pada Selasa (10/9/2013) lalu, misalnya. Ratusan karyawan ngeluruk kantor Direksi PT KL. Mereka mengemukakan sedikitnya 7 tuntutan. Salah satunya soal gaji yang 8 bulan belum dibayar.

Aksi karyawan belum selesai sampai di situ. Senin (30/9/2013) lalu, ratusan karyawan kembali ngeluruk kantor Direksi PT KL dan kantor Koperasi Karyawan Keluarga Besar Kertas Leces (K4L). Kantor K4L menjadi sasaran, karena koperasi karyawan itu diharapkan bisa ikut memperingan beban ekonomi para anggotanya.

“Ternyata koperasi karyawan juga telah dikebiri oleh perusahaan sehingga kinerjanya tidak optimal lagi,” ujar Abdul Manaf, salah seorang anggota K4L. Sebelumnya, K4L menjadi tumpuan para karyawan jika membutuhkan sembako. Mereka cukup mengambil barang di koperasi dengan pembayaran setelah gaji cair.

“Sekarang kalau butuh sembako, harus beli secara tunai, tidak bisa lagi pinjam bayar di belakang hari,” ujarnya.

Pengurus K4L pun berterus terang mengatakan, koperasi tidak punya modal lagi, sehingga tidak bisa melayani pinjaman anggotanya. “Ternyata koperasi tidak punya modal lagi. Gaji karyawan yang setiap bulan dipotong perusahaan dengan dalih untuk simpanan wajib anggota, ternyata tidak pernah masuk ke koperasi,” ujar Kholili, perwakilan karyawan PT KL.

Lebih parah lagi, kata Kholili, pengurus koperasi berterus terang, PT KL meminjam kas koperasi karyawan sekitar Rp 18 miliar untuk operasional pabrik kertas di Desa Leces, Kecamatan Leces itu. ”Belum cukup, PT KL juga menggadaikan SBPU milik koperasi di Desa Clarak, Kecamatan Leces senilai Rp 5 miliar,” ujarnya. [surabayapost.co.id]

Editor: Syamsuddin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ucapan


Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke-69

PT. JAWA METALINDO PRIMA INDUSTRI

Lentera Hati

INILAH KIAT SUKSES MENJADI ISTRI SHOLEHAH
Istri cerdik yang sholehah, 
penawar hati penyejuk pikiran. 
Di rumah dia sebagai istri, di jalanan dia sebagai kawan, 
dikala suami ...
Baca Selengkapnya...
IBU, PAHLAWAN SEPANJANG MASA
Oleh: Sri Kusnaeni, S. TP. ME.I *)


Bismillahirrahmaaniraahim…
Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia akan memperingati hari tersebut ...
Baca Selengkapnya...
MARHABAN YA RAMADHAN
Mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
RAMADHAN 1433 HIJRIYAH

SD AL-ISHLAH
Jalan  Raya Rejeni No. 1 Desa Rejeni, ...
Baca Selengkapnya...

Tumbuhkan Kesadaran Bermigrasi yang Aman

MATARAM, publiknasional.com

Sebagai kabupaten yang menjadi kantong tenaga kerja Indonesia (TKI) dan memberi kontribusi tinggi bagi daerah,

Baca selengkapnya...Link