publiknasional.com

Berita Populer

powered by camp26

Video

.

Ribuan Perusahaan di Malang Tak Miliki Amdal

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

MALANG, publiknasional.com

Jumlah perusahaan di Kabupaten Malang sebanyak 1.350 perusahaan, mulai skala kecil sampai besar. Ironisnya, hanya 317 perusahaan yang sudah mengantongi ijin analisis mengenai dampak

lingkungan (Amdal) maupun dokumen pengelolaan lingkungan hidup (LH). 

“Jumlah itu data hingga akhir 2011, kami akan melakukan monitoring lagi untuk mengetahui perkembangannya. Apakah jumlahnya tetap sama atau sudah ada peningkatan,” urai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Malang, Cholis Bidajati, Sabtu (7/1/2012).

Dikatakannya, dokumen lingkungan hidup itu meliputi dokumen Amdal, dokumen upaya kelola lingkungan, dan dokumen upaya pemantauan pengelolaan lingkungan (UKL-UPL).

Cholis menambahkan, monitoring dilakukan bersama sejumlah dinas terkait lainnya. Misalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang juga dengan Dinas Tenagakerja dan Sosial (Disnakersos).

“Dari monitoring itu juga untuk mengetahui apakah perusahaan yang sudah mengantongi dokumen lingkungan hidup itu juga menambah lahan perusahaannya atau tidak,” papar Cholis.

Bila sebuah perusahaan menambah luas lahan perusahaannya, maka perusahaan itu juga harus memperbarui dokumen yang sudah dimilikinya. Dari dokumen UKL-UPL juga bisa diketahui sistem pengolahan dan pembuangan limbah dilaksanakan secara benar dan konsisten. Juga terkait dengan Instalasi Pengelolaan Limbah (IPL) dari sebuah perusahaan.

Dokumen UKL-UPL sebenarnya juga harus diperbarui minimal sebulan sekali. Kemudian juga tiap lima tahun sekali, dokumen itu harus direvisi untuk mengetahui kondisi perusahaan terbaru. “Yang belum punya juga harus segera mengurusnya,” tutur Cholis.

Kebijakan untuk memiliki dokumen pengendalian lingkungan hidup ini diatur dalam Perda nomor 7 tahun 2010 tentang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup. “Sebenarnya sudah ada aturannya, tapi penerapannya kami juga harus melibatkan leading sektor lainnya,” papar Cholis.

Terkait potensi limbah perusahaan yang dibuang ke sungai, Cholis mengakui potensi pelanggaran itu. Perusahaan nakal yang sering melanggar dengan membuang limbah secara sembarangan ini berada di wilayah utara Malang seperti di Singosari dan Lawang. Terkait sanksi yang diberikan, Cholis tidak bisa menyebut secara rinci.

“Kalau ada laporan dari masyarakat, kami bisa menindaklanjutinya. Karena kami juga kesulitan untuk memantau secara langsung,” tandas Cholis.

Secara terpisah, Kepala Humas Perum Jasa Tirta I, Tri Hardjono mengatakan, pencemaran sungai oleh limbah perusahaan memang cukup tinggi. “Kalau di Malang memang relative sedikit, paling tinggi di kawasan Surabaya – Sidoarjo,” tutur Tri.

Pihak Perum Jasa Tirta I sendiri dalam waktu dekat bersama Pemprov Jawa Timur dan kepolisian menyiapkan Memorandum of Understanding (MoU). Tujuannya, membuat nota kesepahaman untuk pengawasan bersama wilayah hulu sampai hilir sungai dari pencemaran limbah. [surabaya post online]


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ucapan

Lihat
17 Oktober 2001 - 2014 Dirgahayu Kota Wisata Batu Ke-13 Ayo!!! Kembangkan Keatifitas & Inovasimu Demi Kejayaan Kota Batu Bagian Humas

Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke-69

PT. JAWA METALINDO PRIMA INDUSTRI

Lentera Hati

INILAH KIAT SUKSES MENJADI ISTRI SHOLEHAH
Istri cerdik yang sholehah, 
penawar hati penyejuk pikiran. 
Di rumah dia sebagai istri, di jalanan dia sebagai kawan, 
dikala suami ...
Baca Selengkapnya...
IBU, PAHLAWAN SEPANJANG MASA
Oleh: Sri Kusnaeni, S. TP. ME.I *)


Bismillahirrahmaaniraahim…
Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia akan memperingati hari tersebut ...
Baca Selengkapnya...
MARHABAN YA RAMADHAN
Mengucapkan:

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
RAMADHAN 1433 HIJRIYAH

SD AL-ISHLAH
Jalan  Raya Rejeni No. 1 Desa Rejeni, ...
Baca Selengkapnya...

Selundupkan Imigran Gelap, Anggota TNI Diancam 15 Tahun Penjara

MADIUN, publiknasional.com

Terdakwa Sersan Dua (Serda) Ilmun Abdul Said menjalani persidangan di Pengadilan Militer  III-13  Kota Madiun, Senin (3/9/2012). Terdakwa yang tak lain anggota TNI AD yang berdinas di Koramil Besuki, Kodim

Baca selengkapnya...Link